Banyak pemilik bisnis langsung terjun membuat website atau kampanye iklan tanpa tahu dulu apa yang sudah dilakukan kompetitor. Hasilnya? Strategi yang tidak terarah, budget yang terbuang, dan hasil yang jauh dari ekspektasi.
Riset kompetitor bukan tentang meniru — tapi tentang memahami medan pertempuran sebelum masuk ke dalamnya. Artikel ini memandu cara melakukannya dengan tools gratis yang tersedia untuk siapa saja.
Mengapa Riset Kompetitor Penting Sebelum Buat Website?
Ketika kamu riset kompetitor sebelum membangun website atau strategi digital, kamu mendapat:
- Gambaran kata kunci yang sudah terbukti mendatangkan trafik di niche kamu
- Pemahaman tentang konten apa yang disukai target pasar kamu
- Celah yang belum diisi kompetitor — peluang untuk tampil beda
- Benchmark harga dan penawaran yang kompetitif
Langkah 1: Identifikasi Siapa Kompetitor Kamu
Buka Google dan ketik kata kunci utama bisnismu — misalnya “jasa website sales mobil” atau “agen properti Bekasi”. Catat 5–10 website yang muncul di halaman pertama. Mereka adalah kompetitor SEO langsung kamu.
Jangan hanya lihat kompetitor langsung. Lihat juga kompetitor tidak langsung — bisnis berbeda yang memperebutkan perhatian target pasar yang sama. Misalnya, untuk agen properti, marketplace seperti Rumah123 adalah kompetitor tidak langsung yang perlu dipahami strateginya.
Langkah 2: Analisis Website Kompetitor dengan Tools Gratis
Ubersuggest (Free Plan)
Masukkan URL website kompetitor ke Ubersuggest. Kamu bisa lihat: estimasi trafik organik, kata kunci yang ranking, dan backlink yang mereka miliki. Semua gratis untuk analisis dasar.
Google Search (Manual)
Ketik site:namakompetitor.com di Google untuk lihat semua halaman yang terindeks. Ini memberi gambaran seberapa banyak konten yang sudah mereka buat dan topik apa yang paling sering mereka bahas.
SimilarWeb (Free Plan)
Perkiraan trafik, sumber trafik, dan perilaku pengunjung website kompetitor. Data tidak 100% akurat tapi memberikan gambaran yang berguna.
Moz Link Explorer
Lihat siapa saja yang link ke website kompetitor — ini daftar potensial website yang bisa kamu approach untuk backlink juga.
Langkah 3: Analisis Konten dan Strategi SEO Mereka
Baca 5–10 artikel terpopuler dari website kompetitor. Perhatikan:
- Topik apa yang paling sering mereka bahas?
- Seberapa dalam pembahasan mereka?
- Format apa yang mereka gunakan (listicle, panduan, FAQ)?
- Kata kunci apa yang mereka targetkan di judul dan heading?
Dari analisis ini, buat daftar topik yang belum mereka bahas secara mendalam — itulah peluangmu untuk masuk dan ranking lebih cepat.
Langkah 4: Analisis Penawaran dan Harga
Lihat bagaimana kompetitor mengemas penawaran mereka:
- Apa paket yang mereka tawarkan?
- Bagaimana struktur harga mereka?
- Apa yang mereka tonjolkan sebagai keunggulan?
- Testimoni seperti apa yang mereka tampilkan?
- Apa yang tidak mereka sediakan tapi mungkin dibutuhkan target pasar?
Dari sini, kamu bisa menemukan positioning yang membedakan bisnismu — bukan hanya soal harga, tapi soal nilai yang berbeda.
Langkah 5: Dokumentasikan dan Buat Keputusan
Buat tabel sederhana yang merangkum temuan riset: kekuatan kompetitor, kelemahan mereka, dan celah yang bisa kamu isi. Dokumen ini menjadi dasar strategi website dan konten kamu.
Riset kompetitor bukan sekali jalan — lakukan setiap 3 bulan untuk memantau perubahan strategi mereka dan peluang baru yang muncul.
Butuh bantuan membangun website yang lebih kuat dari kompetitor kamu? Konsultasi gratis dengan salessite.id →
Adit Wahyudin — Founder salessite.id
Membantu sales mobil, agen properti, dan UMKM Indonesia tumbuh lewat website profesional + SEO AI + AI Chatbot WhatsApp. Follow @adittwahyudin di Instagram →